Antara Waspada dan Prasangka Baik

Prasangka baik atau husnudzon mengandung energi positif, sebaliknya prasangka buruk atau su'udzon mengandung energi negatif. Keduanya berasal dari diri sendiri. Terlalu banyak energi negatif jelas akan merusak diri sendiri dan akan menyeret kita ke perbuatan atau kondisi negatif. Terlalu banyak energi positif takutnya membuat seseorang kurang waspada. Tetapi bagaimanapun juga energi positif jauh lebih baik dibandingkan dengan energi negatif.

Pentingnya sikap waspada adalah biarpun kita sudah menjaga diri sendiri selalu positif, tetapi dalam kenyataannya di luar sana banyak sekali energi negatif dari orang lain, selain dari ada juga energi positifnya tentu saja. Sikap kurang waspada atau ceroboh akan menyeret kita ke kondisi negatif, seperti jadi korban kejahatan misalnya. Sikap ceroboh atau sembrono juga membuat kita kurang mengapresiasi kebaikan atau energi positif orang lain. Maka sikap waspada adalah pilhan terbaik, bukan hanya agar kita terhindar dari energi negatif dari luar diri kita sendiri, tetapi juga agar kita mampu menyerap energi positif dari luar kita.

.


Dari gambar didapatkan:

  • Prasangka baik tanpa diimbangi kewaspadaan, maka rawan jatuh ke dunia mimpi. Semua dianggap indah. Bermimpi berarti tidur, dan tidur berarti tidak berdaya terhadap tindakan orang lain.

  • Waspada tanpa prasangka baik, maka rawan jatuh ke dunia kelam. Hidup penuh kekhawatiran, negatif, dan sangat melelahkan.
.
Dunia Nyata
Dunia nyata adalah kombinasi dari baik dan buruk, positif negatif. Tidak ada yang 100% baik, atau 100% buruk. Seburuk-buruk orang pasti ada sisi baiknya, dan sebaik-baik orang pasti ada keburukannya. Oleh karena itu, sambil tetap waspada terhadap kemungkinan buruknya, maka adalah lebih baik untuk selalu berprasangka baik, karena:

  • Energi positif adalah lebih utama, dan bisa menghapuskan energi negatif. Energi positif juga sangat dibutuhkan bagi kesehatan jiwa.

  • Prinsip praduga tak bersalah. Jauh lebih baik melepaskan penjahat, daripada menghukum yang tidak bersalah.

Selain itu baik dan buruknya seseorang bisa berubah-ubah setiap saat sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Seseorang bisa baik ke si A tetapi buruk ke si B. Atau saat ini bersikap baik atau positif, di saat lain tiba-tiba bad mood bersikap sangat negatif. Oleh karena itu diperlukan sebuah kesadaran bahwa bersikap positif menghadapi orang seperti ini adalah jauh lebih baik agar tidak menutup kemungkinan untuk berbaikan kembali. Atau untuk menarik orang tersebut dari bersikap negatif menjadi bersikap positif karena terpengaruh energi positif dari kita. Dengan demikian maka kita akan menjadi agen energi positif dimanapun kita berada.



.